KAIDAH FIQIH SEBAGAI FORMULASI DALAM PENYELESAIAN PROBLEMATIKA HUKUM ISLAM

Keywords: Hukum Islam, Kaidah Fiqih, Maslahat, Madharat, Metode.

Abstract

Kehidupan ini tidak lepas dari hukum, baik dalam tatana Negara maupun dalam tatanan masyarakat bahkan dalam diri kita sendiri ada hukum yang senantiasa berjalan. Seiring dengan perkembangan zaman yang semikin kompleks maka hukum itu pun mengikuti dimana manusia itu hidup, ada kehidupan maka ada hukum yang berlaku. Secara spesipik hukum Islam memberikan solusi sekaligus pintu keluar (Emergency Exit) dalam setiap problematikanya. Salah satu dari formulasi hukum Islam adanya sebuah kaidah yang senantiasa akan bermuara kepada kemaslahatan manusia untuk senantiasa menjaga sesuatu yang maslahat dan menjauhkan sesuatu yang dapat memadaratkannya. Kaidah fiqih yang berkenaan dengan sesuatu madarat harus dihilangkan dalam agama Islam menjadi sebuah jawaban bahwa agama Islam layak mendapatkan prediket Agama yang rahmatal lil alamin. kaidah fiqih dan hukum Islam tidak dapat dipisahkan laksana dua mata uang, Kaidah Fiqih sebagai landasan yang bersifat instrumental terhadap pemahaman ayat ahkam dan sebagai interelasi penghubung antara kesempurnaan Allah dan pemikiran fana manusia dalam memahami tujuan dari hukum Islam. formulasi untuk menjawab sebuah tantangan hukum Islam pada hari ini dan masa yang akan datangmelalui interpretasi ayat hukum menjadi sebuah kaidah dengan menggunakan metode Istibat al-Ahkam yang digunakan oleh para ulama.

Author Biography

Muhamad Mas'ud, Universitas Islam Syekh Yusuf Tangerang
Hukum Islam, dosen unis Tangerang

References

Abu Zahrah, M. (1958). Ushul al-Fiqh. Darul Fikri Al-Araby.
Al-Zuhaili, W., & wa Adillatuhu, A.-F. al-I. (1989). vol. II. Beirut: Dar Al-Fikr.
Asy-Syarbini, M. al-K. (1978). Mughni al-Muhtaj ila Ma’rifah Ma’ani Alfaz al-Minhaj (ttp. Dar Al-Fikr, 1398.
Djazuli, A. (2005). Ilmu Fiqh: Penggalian, Perkembangan, dan Penerapan Hukum Islam. Jakarta: Kencana.
Fadal, K. (2008). Kaidah-kaidah Fikih. Jakarta: Penerbit CV Artha Rivera.
Fakhru al-din Muhammad bin Umar bin Husyain al-Razi. (n.d.). al-Mashul fi Ushul al-Fiqh,. Jamiah al-imam Muhammad bin Suud al-Islamiyah.
Haq, A., Mubarrak, A., & Ro’uf, A. (2006). Formulasi Nalar Fiqh. Buku Satu, Surabaya: Khalista.
Hasballah, A. (1971). Ushul al-Tasyri’al-Islami. Mesir: Dar Al-Ma’arif.
Imad ali Jamah. (2006). al-Qawaid al-Fiqhiyah al-Muyassarah.
Jalaluddin Abdurrahman bin Abu Bakar al-Suyuti. (1998). al-Asbah wa Nhadair,. Dar al-kitab al-Arabi,.
Mas’ ud, M. (2020). MAQÂSHID AL-SYARÎ’AH Dalam Pertimbangan Kajian Hukum Islam (Islamic Jurisprudence). ISLAMIKA, 11(2).
Mas’ud, M. (2017). Teori Hukum Islam Dan Aplikasinya. Pustaka Rahmat.
Mawardi, A. I. (2010a). FIQH MINORITAS; Fiqh Al-Aqalliyyât dan Evolusi Maqâshid al-Syarî ‘ah dari Konsep ke Pendekatan. LKIS PELANGI AKSARA.
Mawardi, A. I. (2010b). Fiqh Minoritas. Yogyakarta: LkiS.
Moleong, L. J. (1989). Metodologi penelitian kualitatif.
Muhamad al-Khatib as-Sharbini. (n.d.). Mughni al-Muhtaj. Maktabah Syamilah.
Muhamad Said Ramadhan al-Buthi. (2001). Dhawabit Al-Maslahah Fi Shariah Al-Islamiyah. Bairut.
Muhamad Shidqi bin Ahmad al-Burnu. (1983). al-Wajiz fi Idah Qawaid al-Fiqh al-Kuliyyah.
Muhammad al-Zarqo. (1938). Syarh al-Qawaid al-Fiqhiyah.
Syâtibî, A. I. (1970). al-Muwafaqat fi Ushul al-Ahkam. Bairut: Dâr Al-Fikr, t. Th.
Wahbah Zuhaili. (n.d.). Nazariyah Al-Dharurah As-Shari’ah. Muassasah ar-Risalah,.
Published
2021-01-16