KONTRUKSI STRUKTUR PERKERASAN KAKU (RIGID PAVEMENT) PADA PROYEK REHABILITASI JALAN DUKUHWARUNG-KARANGSAMBUNG II

  • Adam Pangestu Ajie Universitas Majalengka

Abstract

Perkerasan jalan adalah merupakan salah satu unsur konstruksi jalan raya sangat penting dalam rangka kelancaran transportasi darat sehingga memberikan kenyamanan dan keamanan bagi penggunanya, sehingga perlu direncanakan dengan baik berdasarkan standard dan kriteria perencanaan yang berlaku di Indonesia. Jalan merupakan prasarana transportasi darat yang paling banyak digunakan oleh masyarakat untuk melakukan mobilitas keseharian dibandingkan dengan transportasi air dan udara, sehingga volume kendaraan yang melewati ruas jalan tersebut harus mampu di dukung oleh perkerasan jalan pada ruas jalan yang dilewatinya. Khusus untuk perkeraaan kaku (Rigid Pavement) yang terbuat dari beton semen baik bertulang maupun tanpa tulangan dan lebih banyak digunakan pada ruas jalan yang mempunyai volume kendaraan berat yang tinggi serta sering mengalami banjir. Dengan telah dikembangkannya Perkeraaan kaku (Rigid Pavement) untuk pembangunan prasarana jalan di daerah perkotaan maupun di pedesaan, maka pemerintah terus menggalakkan pembangunannya baik pada ruas jalan negara, jalan provinsi, jalan kabupaten maupun jalan desa ataupun lingkungan, mengingat perkerasan jalan ini lebih mampu mendukung beban kendaraan berat serta tahan terhadap genangan air. Proyek rehabilitas jalan Dukuhwarung-Karangsambug II dilaksanakan karena sebagian besar badan jalan mengalami kerusakan seperti yang telah disebutkan diatas sehingga mengakibatkan jalan sulit untuk dilewati dan waktu tempuh perjalanan semakin lama, karena itulah Proyek rehabilitas jalan Dukuhwarung-Karangsambug II dilaksanakan dimulai pada tanggal 17 Juli 2017 sesuai dengan SPMK dengan menggunakan jenis perkerasan kaku (Rigid Pavement) dengan metode Ready Mix dengan lebar 5 meterdan panjang 730 meter dengan drainase diruas jalan tersebut. Direncanakan dengan ketebalan beton kurus (lapis pondasi bawah) 10 cm dan perkerasan beton 25 cm. Serta menggunakan agregat kelas A.
Kata Kunci: Rigid, Beton, Prasarana, Daya Dukung

References

Bina Marga. 2003. Manual Desain Perkerasan Jalan. Kementrian Pekerjaan Umum
Bina Marga, 2003.Perencanaan Perkerasan Jalan Beton Semen, Departemen Permukiman Dan Prasarana.
Bina Marga, 1991 Tata Cara Pemeliharaan Perkerasan Kaku (Rigid Pavement),
Dinas BMCK Majalengka.
Dewa, Giyyar Tantra, 2013. Studi Identifikasi dan Perencanaan Perkerasan Jalan Kaku dan Perkerasan Lentur dengan Metode Bina Metode Bina Marga.
Hardiyatmo, Hary Christady. 2011. Perancangan Perkerasan Jalan dan Penyelidikan Tanah. Gajah Mada University Press. Yogyakarta.
Hardiyatmo, Hary Christady. 2009. Pemeliharaan Jalan Raya. Gajah Mada University Press. Yogyakarta.
Mardianus, 2013. Studi Penanganan Jalan Berdasarkan Tingkat Kerusakan Perkerasan Jalan Studi Kasus: Jalan Kuala Dua Kabupaten Kubu Raya. Universitas Tanjungpura.
Supardi, 2013. Evaluasi Kerusakan Jalan Pada Perkerasan Rigid Dengan Menggunakan Metode Bina Marga Studi Kasus Ruas Jalan Sei Durian-Rasau Jaya. Universitas Tanjungpura
Published
2020-12-25