ANALISIS KUALITAS AIR DAN BEBAN PENCEMARAN PADA BADAN SUNGAI CITATIH KABUPATEN SUKABUMI

  • Gusti Indah Yulia Tanri Abeng University, Jakarta
  • Idi Namara Tanri Abeng University, Jakarta

Abstract

Air merupakan komponen dari lingkungan hidup, dan akan saling mempengaruhi dengan komponen lainnya. Semua makhluk hidup membutuhkan air untuk bertahan hidup. Salah satu sumber air adalah sungai, namun dalam kenyataannya air permukaan atau air sungai sebagian beralih fungsi dan mengalami pencemaran, yang pada akhirnya menurunkan kualitas air sungai. Sungai Citatih di Kabupaten Sukabumi manjadi salah satu sungai yang mengalami pencemaran, hilir sungai ini menjadi sumber air baku bagi penyediaan air bersih di Kabupaten Sukabumi, khususnya di Kecamatan Cicurug dan sekitarnya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa kualitas air sungai dan beban pencemaran pada badan air sungai serta merumuskan beberapa strategi pengendalian pencemaran yang mampu diterapkan dalam kehidupan masyarakat secara berkelanjutan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini untuk menggunakan metode Grab Sample, dengan pengujian kualitas air dilakukan oleh laboratorium lingkungan bersertifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hasil pengukuran parameter kualitas air masih dalam keadaan tercemar sedang dimana pada pengukuran konsentrasi TSS, BOD dan COD dari titik sampel 1 ke titik sampel 4 (hulu menuju hilir) mengalami peningkatan, nilai pH air Sungai Citatih mendekati pH normal (pH = 7), konsentrasi DO di keempat titik sampel Sungai Citatih > 5 mg/L, jumlah Fecal Coliform dan Total Coliform Sungai Citatih cukup tinggi dibandingkan standar baku mutu kelas air menurut PP No. 82 Tahun 2001, indeks pencemaran diperoleh klasifikasi kelas air Sungai Citatih dikategorikan sebagai perairan kelas IV.

References

Davis, M.L., Cornwell, D.A. (1991). Instruction to environmental engineering. New York: Mc-Graw-Hill.
Deriyawan, dkk. (2018). Laporan penelitian kualitas air di sungai wanggu. (Mini Thesis). Fakultas Teknologi dan Industri Pertanian, Universitas Halu Oleo.
Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Sukabumi (2019). Laporan Akhir Kajian Kelas Air Sungai Citatih.
Effendi, H. (2003). Telaah kualitas air bagi pengelolaan sumber daya alam dan lingkungan perairan. Yogyakarta: Kanisus.
Namara, I., DM Hartono, Y. Latief, SS Moersidik. (2020). The Effect of Land Use Change on the Water Quality of Cisadane River Of the Tangerang City. Journal of Engineering and Applied Science
Kusuma Sari, Indra.; Lily M.L.; & Dwi, P. (2012). Analisa ketersediaan dan kebutuhan air pada DAS Sampean. Jurnal Teknik Pengairan, Universitas Brawijaya.
Musianto, L.S. (2002). Perbedaan pendekatan kuantitatif dengan pendekatan kualitatif dalam metode penelitian. Jurnal Manajemen dan Kewirausahaan, 4(2), 125.
Pemerintah Republik Indonesi. (2001). Peraturan Pemerintah Nomor 82 Tahun 2001 tentang Pengelolaan kualitas air dan pengendalian pencemaran air. Jakarta: Sekretariat Negara.
Pemerintah Republik Indonesia. (2003). Keputusan Menteri Negara Lingkungan Hidup Nomor 115 Tahun 2003 tentang Pedoman penentuan status mutu air. Jakarta: Sekretariat Negara.
Salmin. (2005). Oksigen terlarut (DO) dan kebutuhan oksigen biologi (BOD) sebagai salah satu indicator untuk menentukan kualitas perairan. Oseana, 30(3), 22-26.
Slamet, A., Karnaningroem, N. (2005). Pengaruh hidrodinamika pada penyebaran polutan di sungai dengan aliran horizontal dua dimensiā€. (Thesis). Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya.
Suripin. (2002). Pelestarian sumber daya tanah dan air. Yogyakarta: Andi.
Sutriati, A.; Tontowi.; & Sumarriani. (2011). Kualitas air sungai dan sumur di Daerah Istimewa Yogyakarta setelah letusan Gunung Merapi tahun 2010. Jurnal Sabo, 2, 1.
Wardhana, W.A. (2001). Dampak Pencemaran Lingkungan. Yogyakarta: Andi.
Published
2020-12-25