PENILAIAN KINERJA SISTEM IRIGASI DI CIKARANGGEUSAN KAB. SUKABUMI

  • Ahmad Syefulutfi Tanri Abeng University, Jakarta
  • Idi Namara Tanri Abeng University, Jakarta

Abstract

Irigasi merupakan usaha penyediaan, pengaturan dan penyaluran air irigasi untuk menunjang pertanian, untuk mendukung produktivitas usaha tani guna meningkatkan produksi pertanian dalam rangka ketahanan pangan nasional khususnya petani yang diwujudkan melalui keberlanjutan sistem irigasi. Permasalahan yang sekarang dihadapi petani khususnya DI Cikaranggeusan adalah rusaknya jaringan dan bangunan irigasi yang membuat produktivitas padi menjadi berkurang atau kurang maksimal. Untuk itu diperlukan evaluasi kinerja jaringan irigasi tersebut, yang bertujuan untuk mengetahui kondisi fisik jaringan irigasi dan berapa debit yang dibutuhkan agar semua petak sawah mendapatkan suplai air yang cukup. Metode yang digunakan dalam penelitian ini dengan mengumpulkan data – data primer seperti skema jaringan irigasi, skema bangunan irigasi, dan debit air yang masuk ke petak tersier. Hasil dari penelitian ini berupa indeks kinerja DI Cikaranggeusan, perbaikan jaringan irigasi yang rusak, dan debit air yang dibutuhkan untuk areal layanan 4.038 Ha.

References

Ditjen Sumber Daya Air (2013). Kriteria Perencanaan Bagian Perencanaan Jaringan Irigasi KP-01. Jakarta.
Juhana E.A, Permana S.,Farida Ida (2015). Analisa Kebutuhan Air Irigasi Pada Daerah Irigasi Bangbayang UPTD SDAP LELES Dinas Sumber Daya Air dan Pertambangan Kabupaten Garut. Jurnal Konstruksi.
Kodoatie, Robert. (2005). Pengelolaan Sumber Daya Air. ANDI Yogyakarta.
Limantara, Lyli Mohtarcih M.Sc. (2010). Hidrologi Praktis. Bandung : Lubuk Agung.
Namara Idi. (2017). Evaluasi Kinerja teknis Daerah Irigasi (DI) Cimuncang di Kecamatan Sukaraja Kabupaten Sukabumi. Jurnal Komposit.
PERMEN PUPR Nomor 12/PRT/M/2015 tentang Eksploitasi dan Pemeliharaan Jaringan Irigasi mengamanatkan bahwa evaluasi kinerja sistem irigasi dimaksudkan untuk mengetahui kondisi kinerja sistem irigasi, yang mana satu sistem irigasi merupakan satu kesatuan pengembangan dan pengelolaan irigasi.
PERMEN PUPR Nomor 14/PRT/M/2015 tentang Status Daerah Irigasi.
PERMEN PUPR Nomor 30/PRT/M/2015 tentang Pengembangan dan Pengelolaan Sistem Irigasi mengamatkan bahwa Pengembangan dan pengelolaan sistem irigasi dilaksanakan dengan prinsip satu sistem irigasi satu kesatuan pengembangan dan pengelolaan, dengan memperhatikan kepentingan pemakai air irigasi dan pengguna jaringan irigasi di bagian hulu, tengah, dan hilir secara selaras.
PT. Inakko Internasional Konsulindo (2017). Laporan Akhir Penilaian Kinerja Sisitem Irigasi (Permukaan) Kewenangan Pusat. Jakarta.
Soemarto, CD. (1987). Hidrologi Teknik, Penerbit Usaha Nasional-Surabaya.
Sosrodarsono, S.(1976). Hidrologi Untuk Pengairan. Jakarta : Pradnya Paramita.
Undang-undang nomer 7 tahun (1996) pasal 1 tentang pangan, yang menyebutkan sistem pangan adalah segala sesuatu yang berhubungan dengan pengaturan, pembinaan dan atau pengawasan terhadap kegiatan atau proses produksi pangan dan peredaran pangan sampai dengan siap dikonsumsi manusia
Published
2020-12-25