ANALISIS PERBANDINGAN BEKISTING MULTIPLEX SYSTEM DENGAN HORRY BEAM SYSTEM PADA PEKERJAAN BALOK DAN LANTAI STUDI KASUS PROYEK MENARA ASTRA JAKARTA

  • Andri Arthono Institut Sains dan Teknologi Al Kamal, Jakarta
  • Ahmad Fikri Baskara Institut Sains dan Teknologi Al Kamal, Jakarta

Abstract

Pekerjaan bekisting atau formwork adalah alat bantu sementara pekerjaan struktur pada sebuah proyek konstruksi, bekisting sendiri memiliki peranan sangat penting dalam pekerjaan struktur. Selain pembiayaan (upah dan bahan), kualitas bekisting juga ikut menentukan bentuk konstruksi beton, karena itu bekisting harus dibuat dari bahan yang bermutu serta mempunyai kualitas yang baik dan perlu direncanakan sedemikian rupa supaya konstruksi tidak mengalami kerusakan akibat lendutan atau lenturan yang timbul akibat beban dari pekerjaan pengecoran. Melakukan analisa terhadap perbandingan antara dua metode bekisting yaitu metode multiplex system dan metode horry beam system, sangat penting untuk diketahui sejauh mana efektifitas penggunaan metode multiplex system dan metode horry beam system dalam sebuah proyek kontruksi, sehingga hasil dari analisa ini dapat menjadi tolok ukur pemilihan sistem bekisting pada proyek konstruksi khususnya proyek berskala besar dan berdurasi lama. Analisa perbandingan penggunaan metode multiplex system dan metode horry beam system  ini dilakukan pada proyek Menara Astra khusus pada pekerjaan balok dan lantai, Dalam analisis perbandingan ini,  tidak lepas dari aspek yang berkaitan dengan analisis metode multiplex system dan metode horry beam system seperti biaya, waktu, dan metode pekerjaan. Aspek tersebut sangat berpengaruh dan berkaitan satu dengan lainnya, dari hasil analisa perhitungan dapat diperoleh hasil bahwa biaya keseluruhan pekerjaan bekisting metode multiplex system adalah Rp. 37.623.942.786, sedangkan biaya keseluruhan metode horry beam system adalah sebesar Rp. 37.152.215.693, sehingga dapat disimpulkan bahwa penggunaan dari metode horry beam system lebih hemat 1,25 %.

References

Soetari, Endang. (2016). Manajemen Proyek . Pustaka Setia. Bandung.
PT.Beton Konstruksi Wijaksana. (2000). Pocket Book (Buku Pedoman Bekisting), Jakarta.
Hong, Tjoa Pwee, Djokowahjono FH. (1994). Konstruksi Kayu. Universitas Atma Jaya. Yogyakarta.
Mardal, Muhammad. (2008). Optimalisasi Waktu Dan Biaya Pekerjaan Bekisting Untuk Gedung bertingkat Dengan Sistem Zoning (Studi Kasus Proyek Shangrila Hotel Jakarta). (Tugas Akhir), Universitas Indonesia, Jakarta.
WigBout Ing, F. (1992). Buku Pedoman Tentang Bekisting (Kotak Cetak). Erlangga. Jakarta.
Utomo, Pandu Prasetyo (2017). Analisis Perbandingan Biaya dan Waktu Pelaksanaan Pekerjaan Dinding Eksterior Menggunakan Dinding Beton Pracetak dan Dinding Panel Beton Ringan pada Proyek Apartemen Gunawangsa Merr Surabaya. (Tugas Akhir) Institut Teknologi Sepuluh Nopember. Surabaya.
Published
2020-12-25