PEMIKIRAN HAMKA TENTANG PENDIDIKAN ISLAM DAN RELEVANSINYA TERHADAP PEROSES BELAJAR MENGAJAR SISWA DI SMP MUHAMMADIYAH 4

Authors

  • abdul basyit Universitas Muhammadiyah Tangerang
  • Ibnu Asqolani niversitas Muhammadiyah Tangerang
  • RTommy Gumelar ITB Ahmad Dahlan Jakarta

DOI:

https://doi.org/10.33592/islamika.v19i1.7471

Abstract

Abstrak

Tujuan dari pendidikan bukan hanya meningkatkan pengetahauan di bidang intelektual semata. Tetapi sesuai dengan isi dari Undang-undang tentang sistem pendidikan di atas, bahwasanya pendidikan juga mengarah kepada sikap pengendalian diri siswa, kecerdasan spiritual, serta mempunyai akhlak yang mulia, sehingga siswa benar-benar bisa mengaplikasikan pendidikan ini di kehidupannya kelak. Hal terpenting di dalam pendidikan adalah menanamkan nilai-nilai spiritual kepada siswa. Seperti yang telah diajarkan oleh Nabi besar Muhammad SAW. Adapaun jenis penelitian yang dipakai dalam penulisan skripsi ini adalah penelitian kualitatif, yang artinya penelitian ini menggunakan data informasi dari berbagai macam teori yang diperoleh dari kepustakaan dan lapangan dengan jenis penelitian studi pustaka dan lapangan dengan klasifikasi pada karangan-karangan buku Hamka dan SMP Muhammadiyah 4. Selain itu langkah metodis dalam penyusunan penelitian karya ilmiah ini menggunakan pendekatan bersifat deskriftif analisis. Hasil penelitian menunjukan bahwa Hamka di dalam bukunya yang berjudul Ayah, menekankan aspek nilai Islam di dalam pembelajaran. Di dalam buku Ayah diterangkan pula, bahwa pendidikan itu bukan hanya sekedar mempelajari ilmu pengetahuan dunia saja. Tetapi yang paling terpenting adalah Ilmu agama, karena pendidikan itu semata-mata hanyalah mencari keridhaan Allah SWT. Bukan mencari kekayaan di dunia semata. Pemikiran pendidikan Islam menurut Hamka adalah, (a) mengetahui keutaman ilmu, (b) memiliki niat yang kuat dalam menuntut ilmu, (c) memilih guru dan teman yang baik di dalam menuntut ilmu, (d) menagungkan ilmu dan ulama, (e) tekun dan kontinue di dalam menuntut ilmu, (f) mematuhi tata tertib di dalam menuntut ilmu, (g) tawakal, (h) memanfaatkan waktu yang ada untuk mendapatkan ilmu, (i) mencari faidah ilmu yang di pelajarinya.

 

Kata Kunci : Pemikiran Hamka, Pendidikan Islam, Belajar Mengajar

Published

2025-06-24