Strategi Pengelolaan Sampah Dari Rumah Dan Pengolahan Di PST Janti Kabupaten Sidoarjo Selama Pandemi Covid-19

  • Anisa Yulia Rahmawati Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya
  • Yuda Setiawan Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya
  • Muchammad Saifuddin Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya
Keywords: Pengoelolaan sampah, timbulan sampah, pandemi COVID-19

Abstract

Dunia penuh dengan virus corona, yang tidak hanya berdampak pada kesehatan manusia, tetapi juga berdampak pada masalah sampah. Sampah adalah sisa bentuk padat dari kegiatan sehari-hari manusia dan/atau proses alam, yang tidak lagi digunakan oleh manusia dan akhirnya dibuang. Upaya pemerintah untuk mengatasi penyebaran virus membatasi aktivitas, dan tentu saja ada efek di luar rumah, salah satunya adalah munculnya sampah rumah tangga atau sampah rumah tangga yang umum hingga diklasifikasikan sebagai penyakit menular untuk konsumsi masyarakat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pandemi COVID-19 yang disebabkan oleh sampah sebelum dan sesudah, dan dapat dipilih melalui Desa Janti, RW 02/RT 06, Kabupaten Shidu Ajo, dimana warga boros melakukan strategi pengelolaan sampah dipilih Menurut untuk jenisnya sebelum dibuang ke TPS, kemudian ke TPS akan dipilih kembali menggunakan konsep 3R. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasional dan menggunakan metode deskriptif untuk menggambarkan timbulan sampah sebelum dan sesudah pandemi COVID19. perhitungan slovin untuk mencari jumlah produksi. Selisih jumlah timbulan sampah pada bulan November 2019 sebesar 35.810 kg, pada bulan Desember 2019 sebesar 35.040 kg, pada bulan Maret 2021 sebesar 39.760 kg, dan pada bulan April 2021 sebesar 36.060 kg, serta jumlah sampah yang dihasilkan sebesar 1,71 meter kubik per hari. Pengelolaan sampah atau sampah rumah tangga yang dapat dilakukan di rumah selama masa pandemi COVID-19 yaitu pemilahan, penyimpanan dan penandaan. Pada saat yang sama, limbah atau bahan limbah diproses di TPS, dan konsep 3R diterapkan untuk penggunaan kembali, pengurangan, dan daur ulang. Di masa pandemi seperti ini, partisipasi masyarakat diharapkan tetap menggunakan barang-barang yang dapat digunakan kembali dan mengurangi konsumsi plastik atau bahan sejenis. Mengingat Kabupaten Sidoarjo merupakan daerah dengan zona merah, dua strategi ini tidak hanya untuk mengurangi timbulan sampah, tetapi juga untuk memutus rantai penyebaran virus corona yang kini menjadi hantu mengerikan bagi masyarakat.

Published
2021-11-30