Keberhasilan Program Penanggulangan Stunting: Peran Motivasi Pelayanan Publik di Kabupaten Lebak
DOI:
https://doi.org/10.33592/jiia.v15i2.7857Abstract
Stunting merupakan salah satu masalah kesehatan serius di Indonesia yang berdampak pada pertumbuhan fisik dan kognitif anak serta mempengaruhi kualitas sumber daya manusia di masa depan. Keberhasilan program penanggulangan stunting tidak hanya bergantung pada ketersediaan sumber daya, tetapi juga dipengaruhi oleh motivasi pelayanan publik (Public service motivation) dari para pelaksana program di lapangan. Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh PSM terhadap keberhasilan program penanggulangan stunting di Kabupaten Lebak, dengan fokus pada empat dimensi utama PSM: daya tarik terhadap pembentukan kebijakan publik, empati, komitmen terhadap kepentingan publik, dan kewajiban melayani kepentingan publik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM) untuk menganalisis hubungan antara variabel-variabel PSM dengan keberhasilan program penanggulangan stunting. Data dikumpulkan dari tenaga kesehatan dan aparat pemerintah yang terlibat dalam program penanggulangan stunting di Kabupaten Lebak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semua dimensi PSM berpengaruh positif dan signifikan terhadap keberhasilan program penanggulangan stunting, dengan pengaruh terbesar berasal dari dimensi daya tarik terhadap pembentukan kebijakan publik (nilai koefisien jalur 0.267). Nilai R-square sebesar 61.5% menunjukkan bahwa 61.5% dari variasi keberhasilan program dapat dijelaskan oleh variabel-variabel PSM. Penelitian ini menyimpulkan bahwa motivasi pelayanan publik adalah faktor penting dalam keberhasilan program penanggulangan stunting, terutama keterlibatan petugas dalam pembentukan kebijakan publik. Namun, penelitian ini terbatas pada konteks lokal Kabupaten Lebak dan mungkin tidak sepenuhnya dapat digeneralisasikan ke wilayah lain di Indonesia. Studi lanjutan direkomendasikan untuk mengeksplorasi variabel-variabel lain yang berpotensi memengaruhi keberhasilan program di daerah yang berbeda.

