ANALISIS MAKNA PEREMPUAN MASKULIN PADA FILM DISNEY BRAVE DAN MOANA

Authors

  • Luna Safitri Salsabil

DOI:

https://doi.org/10.33592/dk.v7i2.368

Abstract

Perempuan dalam konstruksi sosial selalu digambarkan feminim, seperti pada film Disney. Namun film Disney saat ini di awal tahun 2010an, muncul pergeseran citra perempuan pada film animasi Disney khususnya film Brave dan Moana. Perempuan yang pada dahulu film Disney mencitrakan diposisi subordinasi, dependen, dan pasif kini berubah menjadi sosok yang mandiri, mampu memimpin, aktif dan tidak membutuhkan laki-laki. penelitian ini bertujuan melihat bagaimana media memaknai perempuan maskulin. Teori yang digunakan teori gender yang membahas bagaimana konstruksi dan memetakan gender. Penelitian ini bersifat kualitatif dengan semiotika Chris Mertz dalam mengintrepretasi data. Paradigma dalam penelitian ini adalah konstruktivis sehingga dapat menjelaskan bagaimana makna dibentuk. Hasil penelitian ini mengkonstruksikan perempuan menjadi tokoh utama dalam film brave (merida) dan moana (moana) yang mengarah pada karateristik maskulin. Seperti kuat, rasional, berani, mandiri, petarung, bernegosiasi. Saran dari penelitian ini diharapkan penelitian ini dapat menjelaskan media memaknai perempuan dan referensi mengenai studi gender

Author Biography

Luna Safitri Salsabil

Universitas Islam Syekh-Yusuf Tangerang

References

Alec Fisher. 2009. Berpikir Kritis Sebuah Pengantar. Terj. Benyamin Hadinata. Jakarta: Erlangga

Alex Sobur, Semiotika Komunikasi, Cetakan Keempat, PT. Remaja Rosdakarya, Bandung, 2009

Faherty, V. E. (August, 2001). Is the mouse sensitive? A study of race, gender, and social vulnerability in Disney Animated Films. Studies in Media & Information Literacy Education, 1(3), 1–8. Diakses pada 25 April 2018 01.00, link: http://utpjournals.metapress.com/content/08r60826151511l8/fulltext.pdf

Fakih, Mansour. 2008. Analisis Gender dan Transformasi Sosial. Yogyakarta: INSISTPress

Himawan Pratista, Memahami Film, Cetakan Kedua, PT. Homerian Pustaka, Yogyakarta, 2008

Marcel Danesi. 2010. Pengantar Memahami semiotika Media. Yogyakarta: Jalasutra

Panuti Sudjiman (ed), Serba-serbi semiotika, Gramedia Pustaka Utama, Jakarta, 1992

Wiryanto,(2000), Teori Komunikasi Massa, Jakarta,Gramedia Widiasarana Indonesia

Ward, A. (2002). Mouse mortality: The rhetoric of disney animated film. Texas: University of Texas Press.

Stephen W. Littlejohn dan Karen A. Foss, Teori Komunikasi Theory of human communication, Cetakan kesembilan (ed), 2011, Jakarta: Salemba Humanika,

Panuti Sudjiman (ed), Serba-serbi semiotika, Gramedia Pustaka Utama, Jakarta, 1992

Widyatama, Rendra. Bias Gender Dalam Iklan Televisi. Yogyakarta: Media Pressindo. 2006.

Segall, Lynne. Chapter Four: Sexualities. Identity and Difference edited by Kathryn Woodard. 2002

http://www.mediated.co.uk/posted_documents/MagazineAdverts.html diakses pada Senin 21 Januari 2019 pukul 02.00 WIB

Djajanegara, Soenarjati. 2000. Kritik Sastra Feminis: Sebuah Pengantar. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama

Sugihastuti dan Suharto. 2010. Kritik Sastra Feminis, Teori dan Aplikasinya. Yogyakarta: Pustaka Pelajar

Sastryani, S, 2007. Glosarium, Seks dan Gender. Yogyakarta: Carasuati Books hal.65

Widianto, Agnes. 2005. Hukum Berkeadilan Gender. Jakarta: Kompas

Manuruung, Ria, dkk. 2002. Kekerasan terhadap Perempuan pada Masyarakat Multi Etnik. Yogyakarta: Pusat Studi Kependidikan dan Kebijakkan UGM Ford Foundation.

Downloads

Published

2019-12-01