Dampak Konten Negatif Pernikahan di Tiktok Terhadap Sikap Marriage Is Scary Mahasiswa
Abstract
Penelitian ini membahas tentang persepsi mahasiswa UIN Ar-Raniry Banda Aceh terhadap fenomena “Marriage Is Scary” di media sosial TikTok. Tujuan penelitian ini adalah untuk memahami bagaimana paparan konten negatif di TikTok memengaruhi cara pandang mahasiswa terhadap pernikahan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif, melalui wawancara mendalam, observasi lapangan, dan dokumentasi terhadap enam informan utama. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian mahasiswa merasa takut untuk menikah karena sering melihat konten negatif tentang rumah tangga, seperti perselingkuhan, konflik, dan kekerasan domestik. Namun, sebagian lainnya menilai bahwa konten tersebut dapat menjadi pelajaran agar mereka lebih siap dan berhati-hati dalam memilih pasangan. Faktor lingkungan sosial dan pengalaman pribadi juga turut memperkuat pandangan mereka terhadap isu ini. Analisis teori yang digunakan antara lain Cultivation Theory, Uses and Gratifications Theory, dan Self-Disclosure Theory. Hasil penelitian ini menegaskan bahwa pengaruh media tidak sepenuhnya menentukan persepsi seseorang, karena respon setiap individu sangat bergantung pada latar belakang, pengalaman, dan kemampuan berpikir kritisnya.
Kata Kunci : marriage is scary, tiktok, persepsi mahasiswa, literasi digital, self- disclosure






