Meme Sebagai Bentuk Kritik Sosial Dalam Ruang Unjuk Rasa 29 Agustus 2025 di Indonesia

Authors

  • Ananda Pramuditha Universitas Kebangsaan Republik Indonesia
  • Anisah Universitas Kebangsaan Republik Indonesia
  • Fany Nur Gani Universitas Kebangsaan Republik Indonesia
  • Gina Sopiana Universitas Kebangsaan Republik Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.33592/dk.v13i2.8206

Abstract

Penelitian ini menganalisis tentang meme politik yang digunakan sebagai bentuk krtitik politik pada demonstrasi 29 Agustus 2025. Penelitian menggunakan kerangka semiotika Roland Barthes, dengan mengamati meme akun Instagram @pemiluland yang berisi lapisan makna denotasi dan konotasi. Meme tersebut mengkritik tentang isu kenaikan gaji pada anggota DPR. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meme politik tidak hanya berfungsi sebagai hiburan, tetapi sebagai wadah perlawanan yang menggambarkan ketidakpercayaan dan ketidakpuasan public terhadap narasi pemerintah. Pesan meme menjadi semakin kuat dan jelas dengan menampilkan perbedaan antara tampilan pemerintah yang terlihat resmi dengan ekspresi kartun yang berisi sindiran, hal ini menunjukkan bhawa meme dapat mengaitkan aksi protes di dunia online dan dalam dunia nyata. Secara keseluruhan, isu rumit bisa dijelaskan dengan lebih sederhana dengan adanya meme tersebut, dan menjadi cara komunikasi baru karena membentuk pandangan masyarakat dan meningkatkan kesadaran Bersama di ruang publik digital.

Kata Kunci : Meme politik, Kritik sosisal, Semiotika)

Downloads

Published

2025-12-31