Relasi Kuasa Dalam Tata Kelola Komunikasi Komunitas Discord Fandom Vtuber Kobo Kanaeru
DOI:
https://doi.org/10.33592/dk.v14i1.8813Abstract
Komunitas fandom digital sering dipahami sebagai ruang partisipatif yang terbentuk atas dasar kesamaan minat, tetapi praktik komunikasinya tetap diatur oleh otoritas, aturan, dan mekanisme moderasi. Artikel ini membahas relasi kuasa dalam Kobokan's Lighthouse, yaitu server Discord fandom VTuber Kobo Kanaeru. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis bagaimana kuasa dijalankan melalui pengelolaan komunikasi, pengaturan partisipasi, dan pembentukan makna dalam komunitas digital semi-privat. Penelitian menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan strategi fenomenologi. Data diperoleh melalui observasi daring, dokumentasi fitur publik server, dan wawancara dengan tujuh informan yang terdiri atas lima admin/moderator dan dua anggota biasa. Analisis menggunakan konsep kekuasaan dalam masyarakat jaringan Manuel Castells. Hasil penelitian menunjukkan bahwa relasi kuasa dijalankan melalui hierarki role, pemisahan channel, moderasi berbasis bot, aturan tertulis, dan sanksi. Admin serta moderator memiliki kewenangan teknis untuk mengatur percakapan, membatasi akses, memberi peringatan, dan mengeluarkan anggota. Anggota merespons melalui kepatuhan, sensor mandiri, penarikan diri, resistensi halus, negosiasi aturan, dan kritik kolektif. Dengan demikian, komunitas Discord fandom bekerja sebagai jaringan sosial digital yang partisipatif, tetapi tetap dibentuk oleh tata kelola teknis, norma sosial, dan makna bersama tentang keteraturan.





